URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/monkey-ani.gif

Friday, April 19, 2013

Cut Nyak Dien


Masa Kecil Cut Nyak Dien adalah sosok wanita yang cantik, saat masih muda banyak laki-laki yang menaruh hati padanya, bukan hanya karena kecantikanya tapi juga karena dia dikenal sebagai wanita yang memiliki pengetahuan luas tentang agama, baik yang dipelajari dari guru agama maupun dari orang tuanya sendiri. Pada usia 12 tahun taepatnya pada th 1862, Cut dinikahkan orang tuanya dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga yang merupakan putra dari seorang uleebalang Lamnga XIII dari pernikahan itu beliau dikarunia satu orang anak. 
Sepeninggal suaminya pasca penyerangan Belanda terhadap wilayah VI Mukim yang menyebabkan Teuku Cek Ibrahim Lamnga tewas Cut Nya' Dien kemudian dilamar Teuku Umar seorang tokoh yang juga bertempur melawan Belanda. Pada awalnya Cut Nyak Din tidak menerima lamaran itu namun setelah Teuku Umar berjanji akan memberikan kebebasan dan mengijinkan ikut bertempur bersamanya Kemudian Cut ND menerima pinangan itu pada tahun 1880, dari pernikanya bersama Teuku Umar, Cut nyak Dien mempunyai anak bernama Cut Gambang. Selama hidup bersama mereka berjuang dan berperang bersama sampai pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur dalam perang saat menyerang Meulaboh. Dua orang yang selama ini mendampingi hidup nya semua telah gugur dan kini Cut Nyak Dien meneruskan perjuangannya seorang diri dipedalaman Meulaboh bersama dengan pasukan kecil yang ia pimpin langsung. Saat itu ia sudah tua dan menderita penyakit encok dan rabun. 


Melihat kondisi Cut Nyak Dien yang seperti itu dan mereasa tidak tega kemudian salah seorang anggota pasukan nya melaporkan keberadaannya sampai akhirnya ia tertangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Setelah mendapat perawatan kesehatan Tjoet Nyak Dhien berangsur angsur pulih. Keberadaan Cut Nyak Dien di Banda aceh dalam kondisi sehat wal-afiat menambah semangat sisa pasukannya yang belum tertangkap untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. 
Ketakutan Belanda akan timbulnya perlawanan mengakibatkan Cut Nyak Dhien akhirnya dibuang ke Sumedang Jawa Barat sampai meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Itulah sepenggal kisah perjalanan seorang wanita pejuang bernama Cut Nyak Dien asal Aceh yang gagah berani, sampai pada akhirnya beliau wafat di pembuangan di Sumedang Jawa Barat karena usianya yang sudah tua. Pada tahun 1964 Presiden Soekarno, melalui SK Presiden RI No. 106 Cut Nyak Dien diakui sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. 

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment