URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/monkey-ani.gif

Friday, November 29, 2013

Laporan Praktikum Biologi Enzim Katalase

 Tugas Laporan Praktikum dengan nilai A- , dari Ibu Dra. Yati Utami M.Pd.
Kesalahan pada dasar teori yang tidak mencantumkan nama ahli yang memiliki dasar teori tersebut. Semoga bisa membantu :)

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Enzim merupakan senyawa yang dibentuk oleh organisme. Enzim pencernaan banyak terdapat dalam sel-sel tubuh. Enzim merupakan zat yang membantu semua kegiatan yang dilakukan sel. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2) bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat racun dan merusak sel itu sendiri. Dengan adanya enzim katalase, senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) dapat diuraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya.Cara kerja yang dilakukan enzim adalah bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan satu sama lainnya.Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan  menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.
Dalam praktikum ini saya akan menguj adanya enzim katalase yang terdapat dalam organel hati ayam dan organel selain hati yaitu ampela.

B.   Rumusan Masalah
1.     Apakah fungsi enzim katalase?
2.     Bagaimana pengaruh enzim katalase pada H2O2?
3.     Bagaimana perbandingan enzim katalase pada berbagai organ?
4.     Dimanakah organ yang mengandung enzim katalase yang paling banyak dari berbagai organ?






C.   Tujuan Penelitian
1.     Mengetahui fungsi enzin katalase.
2.     Mengetahui pengaruh enzim katalase pada H2O2.
3.     Mengetahui perbandingan enzim katalase pada berbagai organ.
4.     Mengetahui organ mana yang paling banyak mengandung enzim katalase.

D.   Manfaat Penelitian
1.     Menambah wawasan tentang enzim katalase
2.     Dapat mengetahui manfaat dan peranan enzim katalase bagi makhluk hidup.



BAB II
DASAR TEORI
A.            Enzim
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. Molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut produk. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat, yang disebut promoter. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter.
Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan senyawa intermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama.
Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah substrat, suhu, keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Di luar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim, sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim. Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim.

B.               Enzim Katalase
Enzim ini berperan dalam mengurai H2O2 atau Hidrogen Peroksida yang apabila tidak diurai akan menjadi senyawa beracun.Lebih lanjut tentang enzim katalase, silahkan simak uraian berikut ini.
Enzim katalase ini berperan dalam mengurai senyawa peroksida yang ada di dalam tubuh. Senyawa tersebut bernama Hidrogen Peroksida atau H2O2. Ia merupakan hasil peranapasan dan terdapat di dalam sel-sel organisme. H2O2 ini harus dibuang. Pada posisi inilah enzim katalase dibutuhkan. Enzim ini akan melakukan serangkaian proses yang mengurai H2O2 menjadi oksigen dan juga air.
Pada kondisi tertentu, organisme utamanya manusia bisa saja kekurangan enzim katalase. Kondisi akan akan membawa sejumlah kerugian terutama yang berkaitan dengan organ yang banyak menyimpan enzim katalase. Kondisi kurangnya enzim ini akan memicu sejumlah penyakit antara lain:
-         Akatalasia, yakni penyakit dimana seseorang mengalami kelainan pada darahnya sehingga gusi dan bagian mulutnya mudah terluka. Gejala ini akan muncul semakin sering setelah masa pubertas tiba. Penyakit ini diturunkan secara genetis.
-         Penyakit Vitiligo yakni sejenis penyakit kulit yang gejalanya muncul berupa bercak putih di beberapa bagian kulit tubuh. Hal ini merupakan indikasi H2O2 di dalam tubuh tidak sebanding dengan enzim katalase.
-         Rambut beruban. Gejala ini disebabkan melimpahnya H2O2 dan kurangnya enzim katalase yang pada akhirnya menghambat produksi melamin yakni pigmen yang menjadi pewarna alamiah rambut manusia.

C.               Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
Ada empat faktor yang mempngaruhi kerja enzim, yaitu, temperature, pH, konsentrasi, dan inhibitor.
a.     Temperatur
Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi protein. Temperature yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi. Pada umunya, temperature optimum enzim adalah 30-40oC. Jika enzim mengalami penurunan suhu kemudian kembali normal, maka enzim akan aktif kembali. Enzim tahan pada suhu rendah, namun dapat rusak di atas suhu 50oC.
b.     Perubahan pH
Perubahan pH dapat mempegaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi sisi aktif enzim bergabung dengan subtratnya.
c.      Konsentrasi Enzim dan Subtrat
Agar reaksi berjalan optimum, maka jumlah antara enzim dan subtrat harus sesuai. Jika enzim terlalu sedikit dan subtract terlalu banyak, reaksi akan berjalan lambat dan bahkan ada subtract yang tak terkatalisasi. Semakin banyak enzim, reaksi akan semakin cepat.
d.     Inhibitor Enzim
Suatu zat yang menghambat kerja enzim. Jika inhibitor ditambahkan ke dalam campuran enzim dan subtrat, kecepatan reaksi akan turun. Ada dua jenis inhibitor:
a)     Inhibitor kompetitif
Jika zat penghambat lebih dulu berikatan dengan sisi aktif enzim, maka subtract tidak dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim.
b)    Inhibitor nonkompetitif
Subtrat sudah tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim-inhibitor, karena sisi aktif enzim berubah.

D.            Hidrogen Peroksida (H2O2)
Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening , agak lebih kental daripada air, yang merupakan oksidator kuat. Senyawa ini ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818. Sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang industri, teknologi yang digunakan untuk Hidrogen Peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone. Dengan ciri khasnya yang berbau khas keasaman dan mudah larut dalam air, dalam kondisi normal (ambient) kondisinya sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun.
Salah satu keunggulan Hidrogen Peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.


BAB III
METODE PENELITIAN
A.   Waktu dan Tempat
Penelitian tentang enzim katalase ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal        : Jum’at/ 30 Agustus 2013
Pukul                    : 11:00-13:30 WIB
Tempat                 : Laboratorium Fisika SMA N 1 Jetis

B.   Alat dan Bahan
Alat:
·        Tabung reaksi
·        Rak tabung reaksi
·        Pipet tetes
·        Pembakar spritus
·        Lidi
·        Penjepir tabung reaksi
·        Cawan petri
·        Korek api

Bahan:
·        Hati ayam
·        Ampela ayam
·        Larutan H2O2
·        Larutan NaOH
·        Air

C.   Cara Kerja
1.     Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk percobaan.
2.     Memotong hati dan ampela berbentuk dadu kurang lebih 1 cm, kemudian tuang ke dalam 4 buah tabung reaksi.
3.     Mengambil 3 potongan hati ayam ke dalam  tabung reaksi (1, 2 dan 3). 1 potongan ampela pada tabung reaksi ke-4.
4.     Menambahkan NaOH pada tabung ke-2.
5.     Merebus hati ayam dengan air biasa pada tabung ke-3.
6.     Menuangkan H2O2 kurang lebih 0,5 ml pada masing-masing tabung tersebut, kemudian menutup tabung dengan jari tangan.
7.     Menguji masing-masing tabung dengan menggunakan bara lidi.
8.     Mengamati bara api dan banyak gelembung yang dihasilkan.
9.     Menganalisis terhadap data hasil percobaan tersebut dan membuat kesimpuannya.

D.   Variabel
·        Variable bebas: NaOH dan suhu
·        Variabel terikat: Banyaknya gelembung dan nyala api
·        Variabel control: H2O2, hati, jantung, ampela, usus ayam dan biji melinjo.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


A.              Data Percobaan

Data Kelompok:
No
Perlakuan
Hasil
Keterangan
Gelembung
Nyala api
1
Hati + H2O2
+++
++
-      : tidak ada
2
Hati +NaOH+ H2O2
+++
_
+     : ada/sedikit
3
Hati direbus+ H2O2
_
_
++   : banyak
4
Ampela+ H2O2
++
++
+++ : banyak sekali






Data kelompok dan kelompok lain:
No
Perlakuan
Hasil
Keterangan
Gelembung
Nyala api
1
Hati + H2O2
+++
++
-      : tidak ada
2
Hati +NaOH+ H2O2
+++
_
+     : ada/sedikit
3
Hati direbus + H2O2
_
_
++   : banyak
4
Ampela + H2O2
++
++
+++ : banyak sekali
5
Biji Melinjo + H2O2
-
-

6
Usus + H2O2
+
+

7
Jantung + H2O2
+
+


B.              Pembahasan

Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel.  Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu.  Sebagai contoh enzim katalase, yang hanya menguraikan  H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :
                              2 H2O2 à 2H2O + O2
Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati ayam jantung, usus, ampela dan biji melinjo (sebagaiperbandingan). Hati ayam digunakan karena banyak mengandung enzim katalase. Yang terjadi pada irisan saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut :
a.     Hati + H2O2 (hidrogen peroksida)
Ketika hati ayam diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak sekali. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O2). Dan itu membuktikan bahwa di dalam hati ayam mengandung enzim katalase. Hati merupakan organel yang mempunyai banyak peroksisom, sehingga enzim katalase pada hati ayam bekerja optimal dalam menetralisis H2O2.
b.     Hati + NaOH + H2O2
Pada percobaan yang kedua, Hati dicampur dengan NaOH. NaOH termasuk larutan basa, sehingga hati ayam kini ada pada keadaan basa.  Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung  udara yang sangat banyak, itu membuktikan bahwa terjadi penguraian yang sempurna dari H2O2 menjadi H2O (air)  tetapi saat bara api dimasukkan ke dalamnya tidak terjadi nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 tidak diuraikan menjadi oksigen (O2) sehingga enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal karena dalam kondisi yang terlalu basa.
c.      Hati direbus + H2O2
Pada percobaan yang ketiga,  irisan hati direbus terlebih dahulu kemudian setelah itu ditambah dengan H2O2. Yang terjadi yaitu gelembung muncul hanya sedikit sekali dan ketika bara api dimasukkan kedalam tabung reaksi juga tidak adanya nyala api. Protein di dalam enzim katalase di dalam organ hati telah rusak sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Itu membuktikan juga bahwa enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi. Enzim tahan pada suhu rendah, namun dapat rusak di atas suhu 50oC.
d.     Ampela ayam + H2O2
Pada percobaan yang keempat, irisan ampela diberi H2O2, terjadi gelembung-gelembung yang cukup banyak. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat pada ampela ayam juga mengubah H2O2 menjadi air (H2O). Pada saat bara lidi dimasukkan, timbul nyala api. Hal ini juga menunjukan bahwa H2O2 diuraikan menjadi oksigen (O2). Itu membuktikan di dalam ampela ayam juga terdapat enzim katalase seperti hati ayam. Namun dalam percobaan ini terdapat perbedaan antara hati ayam dan ampela ayam yang menunjukan jumlah enzim katalase dalam hati lebih banyak daripada enzim katalase dalam organ ampela ayam.
e.      Biji Melinjo + H2O2
Ketika biji melinjo ditambah dengan H2O2 menunjukan gelembung-gelembung yang keaadaanya sangat sedikit itu membuktikan bahwa H2O2 dapat diuraikan, tetapi tidak secara sempurna menjadi H2O (air) dan ketika dimasukkan bara api kedalamnya tidak timbul api membuktikan bahwa H2O2 juga kurang optimal menguraikan menjadi O2. Di dalam jenis tumbuhan terdapat enzim katalase namun tidak dapat menguraikan H2O2 secara optimal.
f.       Usus + H2O2
            Ketika usus dicampur dengan H2O2 ternyata hanya menghasilkan sedikit gelembung, ini menunjukan bahwa H2O2 tidak mudah diuraikan menjadi H2O. dan ketika dimasukkan bara api ke dalam tabung reaksi, hanya timbul sedikit nyala api, ini juga menunjukan bahwa H2O2 tidak mudah diuraikan menjadi O2. Hal ini dikarenakan pada usus hanya terdapat sedikit organel peroksisom, maka enzim katalase yang dihasilkan sedikit.
g.     Jantung + H2O2
             Ketika jantung ayam dicampur dengan H2O2 ternyata hanya menghasilkan sedikit gelembung, ini menunjukan bahwa H2O2 tidak mudah diuraikan menjadi H2O. dan ketika dimasukkan bara api ke dalam tabung reaksi, hanya timbul sedikit nyala api, ini juga menunjukan bahwa H2O2 tidak mudah diuraikan menjadi O2. Hal ini dikarenakan pada usus hanya terdapat sedikit organel peroksisom, maka enzim katalase yang dihasilkan sedikit.

  Dari pembahasan tersebut, dapat diketahui jika fungsi enzim katalase adalah menguraikan H2O2 (Hidrogen Peroksida). H2O2 akan diuraikan menjadi H2O dan O2 juka di dalam organ tersebut terdapat enzim katalase. Enzim katalase di dalam organ berbeda-beda, hal ini ditunjukkan dari hasil percobaan tersebut. Organ yang banyak mengandung enzim katalase terdapat pada organ hati.

C.  Diskusi
Soal dan Jawaban:
1.     Jelaskan fungsi enzim katalase!
Jawab: Fungsi enzim katalase adalah menguraikan H2O2 (Hidrogen Peroksida) yang apabila tidak diuraikan akan menjadi senyawa berbahaya/beracun.
2.     Gelembung yang dihasilkan merupakan senyawa apa?
Jawab: Senyawa anorganik, yaitu O2
3.     Faktor apakah yang mempengaruhi kerja enzim katalase?
Jawab:
-         Suhu, suhu yang terlalu tinggi mengakibatkan enzim rusak.
-         Inhibitor/senyawa kimia, NaOH lebih dulu berikatan dengan enzim katalase, sehingga enzim tidak dapat lagi aktif menguraikan H2O2.
-         pH, enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi yang terlalu basa.
4.     Enzim katalase terbanyak terjadi pada percobaan organ apa?
Jawab: Pada organ hati, karena di dalam hati terdapat peroksisom yang menghasilkan enzim katalase dimana enzim katalase ini dapat menguraikan H2O2.
BAB V
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari praktikum tersebut, dapat disimpulkan bahwa:
-         Fungsi Enzim Katalase adalah menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2
-         Faktor yang mempengaruhi kerja enzim ini adalah :
Ø Suhu, enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi. Karena enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
Ø pH, Enzim katalase juga akan bekerja optimal pada pH netral
-         Enzim katalase juga terdapat didalam tumbuhan dibuktikan dari percobaan menggunakan biji melinjo, tetapi enzim katalase tidak bekerja secara optimal.
-         Enzim katalase juga terdapat pada organ-organ lain selain hati. Juga ada di organ seperti jantung, ampela, usus. Tetapi enzim katalase akan bekerja lebih optimal pada organ hati.

B.                   Saran
Lebih teliti dan cermat saat mengamati gelembung dan nyala api yang dihasilkan pada praktikum tersebut.


Daftar Pustaka

1.     Pratiwi, Sri Maryati, dkk.2007.BIOLOGI untuk SMA Kelas XII.Jakarta:Erlangga.


2.     http://id.wikipedia.org/wiki/ 

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment